Sesaat setelah big bang, muncullah orang-orang Yunani bercengkrama mengenai alam. Mereka menanyakan berbagai pertanyaan, seperti Apa penyusun utama alam semesta? Bagaimana alam semesta bekerja? dan lain-lain. Mereka menyampaikan berbagai pendapat, seperti Aristoteles pikir Bumi adalah pusat alam semesta. Mereka memiliki berbagai kepercayaan, dan bebas memilih ingin mempercayai yang manapun.

Suatu hari, datanglah Agama Kristen. Mereka mengajarkan agama mereka dan menjadikan semua orang mempercayai satu tuhan. Tuhan menciptakan segalanya. Semua kegembiraan dalam bercengkrama mengenai alam hilang. Yang ada hanyalah agama. Tak ada lagi sains. Suatu ketika, muncullah seorang Pahlawan pembawa kebenaran, Galileo Galilei. Dia mengkritik Gereja dan mengatakan mereka terlalu dogmatis dan abai. Ya, tahu sendiri akibatnya. Gereja menghukum Galileo. Mereka menyiksanya dan memenjarakannya. Sampai pada suatu ketika, dia disuruh menjawab sebuah pertanyaan. “Apakah pusat alam semesta?”. Dia juga diberikan opsi. Namun, dia tahu, opsi yang benar tidak tersedia. Yang hanya bisa dia lakukan adalah meminta pertolongan, dan Ya datanglah teman-teman mereka, Copernicus dan Newton. Akhirnya, mereka membebaskan sains dari agama. Horee.

Dengan bebasnya sains dari agama, sains barulah dimulai. Mereka menemukan metode saintifik, melakukan observasi, mencari bukti, dan terus mengusulkan teori-teori yang menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja. Tidak ada lagi pembahasan mengenai hal-hal abstrak seperti Tuhan dan lain-lain. Para ilmuan kontemporer tidak ada lagi yang percaya keberadaan Tuhan. Hal ini berkat metode saintifik yang membukakan jalan kebenaran, yang menunjukkan apa itu sains dan sains abal-abal. Sains adalah jalan mencari kebenaran hakiki.

==============================================

Ingin tahu lebih banyak, bisa cek video kuliah History and Philosophy of Science by Hakob Barseghyan